Finish ke 9, Sirkuit Losail Jadi Media Pembelajaran untuk Skuad Pertamina

- 29 Maret 2021, 12:18 WIB
Saat ini kedua pembalap Pertamina Mandalika SAG Team sudah berhasil mendapat 7 poin untuk Bo Bendsneyder dan rekan satu team Tom Luthi berhasil mendapat 1 poin dan untuk hasil poin team Pertamina Mandalika SAG Team mendapat 8 poin.
Saat ini kedua pembalap Pertamina Mandalika SAG Team sudah berhasil mendapat 7 poin untuk Bo Bendsneyder dan rekan satu team Tom Luthi berhasil mendapat 1 poin dan untuk hasil poin team Pertamina Mandalika SAG Team mendapat 8 poin. /SAG

OTOJURNALISME - Seri pembuka gelaran Moto2 di Sirkuit Losail, Minggu (28/3) malam, menjadi pembelajaran berarti bagi skuad Pertamina Mandalika SAG Team, khususnya untuk Bo Bendsneyder.

Hasil yang diraihnya pada sesi kualifikasi kemarin tidak lantas membuatnya tetap berada di urutan ketiga sepanjang 20 lap balapan berlangsung. Posisinya terus mendapat tekanan dari para rider.

Kesolidan performanya terus melorot hingga gap lebih dari 12 detik dari pemimpin balapan, dan harus puas menempati posisi 9 saat balapan tuntas.

Progres memang diharapkan di sini demi kemajuan rider Belanda keturunan Indonesia ini untuk race-race berikutnya. Selain itu, urusan beradaptasi dengan tunggangan (Kalex Moto2) juga menjadi fokus utamanya.

Baca Juga: Podium Emosional Fabio di GP Qatar, Kemenangan untuk Fausto Gresini

Baca Juga: Toyota Tegaskan Innova dan Fortuner Dapat Insentif PPnBM 50 Persen, Yuk Cek Skemanya

Sejatinya, performa impresif Bo cukup diperlihatkannya di tiga sesi latihan bebas kemarin, di mana torehan waktu terus memperlihatkan arah yang positif, dan puncaknya dia mampu berada di baris pertama saat start.

"Penampilan perdana Pertamina Mandalika Sag Team ini menjadi titik awal dari Indonesia berkiprah di Kejuaraan Dunia ,sekaligus mempromosikan produk2 Indonesia yang telah layak mendunia", ujar M Rapsel Ali, Presiden Pertamina Mandalika SAG Team.

Sedangkan Thomas Luthi mampu memperbaiki posisinya di urutan ke 15 dari sebelumnya di 17 saat start. Pembalap veteran asal Swiss ini cukup sulit mengejar pesaing di depan. Rapatnya barisan di depan membuatnya kesulitan untuk menggapai 10 besar.

Halaman:

Editor: Tigor Qristovani Sihombing


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X