Instran : Perluasan PPnBM Harusnya Menyasar Mobil Nonkonvensional Ramah Lingkungan

- 26 Maret 2021, 15:19 WIB
Mobil lIstrik Nissan /Nissan

 

Otojurnalisme - Sebagai pabrikan atau pedagang mobil baru mungkin akan senang-senang saja jika program Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) diperluas yang seluas-luasnya.

Yang tentu saja hal ini lebih menarik untuk pembeli lantaran rata-rata mobil yang terkena program PPnBM saat ini mengalami penurunan harga on the road (OTR) hingga Rp20-25 jutaan, belum lagi ditambah diskon-diskon menggiurkan yang ditawarkan masing-masing diler yang bisa mencapai angka puluhan juta.

Belum lagi saat ini pemerintah telah mengesahkan perluasan PPNnBM yang akan dimulai April 2021 mendatang yang ternyata menuai pro dan kontra.

Seperti yang dikatakan Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, ia mengaku tidak setuju mengenai relaksasi PPnBM pada mobil dengan mesin 1.500 cc apalagi diperluas hingga 2.500cc.

Baca Juga: Perluasan Relaksasi PPnBM Sasar Mobil 2.500 cc Hingga Penggerak 4x4

"Pembebasan PPnBM untuk mobil di 1.500 cc saja sudah merugikan negara, apalagi untuk mobil di atas 2.500 cc," kata Darmaningtyas.

Baca Juga: Efek PPnBM : Panjualan Mobil Bekas Lebih Sepi dari Awal Corona, Mobil Baru Naik Dua Kali Lipat

Darmaningtyas bilang program tersebut harusnya diberikan kepada mobil-mobil nonkonvensional yang ramah lingkungan, seperti mobil listrik dan mobil hybrid.

Halaman:

Editor: Tigor Qristovani Sihombing


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X