Kisah Perjalanan 50 Tahun Mercedes-Benz di Indonesia, Ini Mobil yang Pertama Dirakit

- Jumat, 9 Oktober 2020 | 07:46 WIB

Otojurnalisme - Tahun ini, Mercedes-Benz dengan bangga merayakan kehadirannya selama 50 tahun di Indonesia. 
 
Perjalanan ini dimulai pada tanggal 8 Oktober 1970 dimana Star Motors Indonesia, sebuah perusahaan joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas, diresmikan sebagai agen tunggal pemegang merek produk Daimler-Benz di Indonesia. 
 
Mengawali perayaan 50 Years of Success, Mercedes-Benz telah mendonasikan replika mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen ke Museum Nasional Indonesia pada Februari 2020. 
 
Kendaraan bermotor ini adalah pendahulu kendaraan bermotor pertama yang ada di Indonesia yakni Benz Victoria Phaeton 1894, merupakan milik Sultan Surakarta (atau Solo) Pakoe Boewono X.
 
“Kami sangat bangga merayakan kehadiran selama 50 tahun di Indonesia. Sebagai pelopor mobilitas di Indonesia, Mercedes-Benz telah mencapai banyak prestasi selama kehadirannya. Mobil bermotor pertama di Indonesia adalah Benz - dan Mercedes-Benz berarti kualitas dan keamanan. Saat ini, kami terus mempromosikan kenyamanan, konektivitas, dan keberlanjutan dengan inovasi berwawasan ke depan, sambil menginspirasi dan menggairahkan pelanggan kami di tahun-tahun mendatang,” ungkap Choi Duk Jun, President Director, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.
 
Tonggak sejarah Mercedes-Benz di Indonesia:
 
Pada tahun 1973, PT German Motor Manufacturing memulai memproduksi mobil penumpang Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri W 115. 
 
Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di fasilitas perakitan lokal baru di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada tahun 1982. 
 
Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Jawa Barat,merupakan lokasi PT Mercedes -Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia, yang saat ini merakit mobil penumpang secara lokal (C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus.
 
Kehadiran mobil penumpang produksi Mercedes-Benz ditandai dengan mobil rakitan lokal pertama pada tahun 1973: Seri W 115.
Sejak itu, Mercedes-Benz telah berinvestasi dalam program pelatihan bagi mekanik lokal untuk berkontribusi pada pengembangan industri otomotif.
 
Pusat Pendidikan dan Latihan Kejuruan diresmikan tahun 1978. 
 
Mercedes-Benz mendirikan salah satu pusat pelatihan terbesar di tanah air, dan menjadi pusat kompetensi pelatihan Mercedes-Benz
 
Mercedes-Benz memberikan program pelatihan bagi mekanik profesional di dealer Mercedes-Benz di seluruh Indonesia. 
 
Dalam program pelatihan ini, calon mekanik Mercedes-Benz dilatih selama tiga tahun dengan konsep 20 persen teori dan 80 persen latihan praktik.
 
Sejalan dengan upaya Mercedes-Benz untuk terus mencapai standar kualitas tertinggi, Mercedes-Benz Group Indonesia menerima sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen kualitas dan dengan demikian menjadi perusahaan otomotif pertama di Indonesia yang menerima penghargaan ini. 
 
Sertifikasi ISO ini merupakan perwujudan dari prinsip "the best or nothing" yang ditetapkan oleh pendiri Mercedes-Benz, Karl Benz dan Gottlieb Daimler lebih dari 100 tahun yang lalu.
 
 
Mercedes-Benz telah menjadi tolok ukur segmen mobil mewah di Indonesia selama 50 tahun terakhir. 
 
(otojurnalisme.com)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Terpopuler

X