Kenal lebih dekat Honda Forza 250, Bukan Garang tapi Super Elegan

- 6 Agustus 2018, 09:29 WIB

Hai Bro, ngomongin soal Honda Forza 250 yang baru saja dirilis AHM tanggal 2 Agustus kemarin, big scooter Honda ini nampaknya sukses menyedot perhatian pengunjung GIIAS. Pasalnya saat di lokasi booth Honda di Hall 10 GIIAS Ice BSD, boro-boro bisa ambil foto clear anti bocor niat buat galeri foto, ternyata Honda Forza 250 yang didatangkan AHM secara CBU penuh terus dikerubuti banyak orang. Elang coba bersabar menunggu berharap pengunjung bisa berkurang nyatanya penuh terus euy. Apa ini indikator Forza bakalan laris manis?

Yo wis untuk membuka draft artikel satu per satu mengenai Honda Forza 250 ini Elang akan coba mulai dari sisi product knowledge dari si Forza. Overall setelah Elang lihat secara langsung unitnya di pameran dan melihat paparan product knowledge Big Scooter seperempat liter ini, Forza boleh dibilang big skutik versi besarnya PCX. Honda PCX yang sudah mewah begitu melihat Forza ini lebih mewah lagi, aura yang dipancarkan pun memiliki tema yang sama, super elegan.

Yup memang desainnya super elegan, Elang coba berkeliling melihat dari sudut manapun konsepnya elegan dan mewah, jadi gak ketemu yang namanya kesan sangar atau garang, cenderung kalem.

Di bagian depan konsep lampunya sekilas mirip PCX dimana headlamp full LEDnya memenuhi area depan, kesannya jadi lampu semua. Lampu DRL-nya menjulur dari tengah headlamp hingga ke atas. Kaca spionnya cukup mewah terletak di body tidak disetang dengan fitur lampu tambahan dimangkok luar spionnya.

Yang istimewa dari fitur Honda Forza 250 dan Elang suka adalah visor windshieldnya yang bisa naik turun secara elektronik dengan menekan tombol di setang kiri. Perbedaan ketinggian antara posisi turun dan naik cukup signifikan hingga 14cm, lumayan buat menghadang angin. Fitur ini jelas menjadi salah satu sale value yang bisa memanjakan pengendara Forza, riding experiencenya jadi terasa lebih mewah.

Honda Forza 250 mengusung teknologi HSTC (Honda Selectable Torque Control), kalau bingung kebanyakan istilah ini sebenarnya sama aja dengan fitur Traction Control di motor-motor Supersport/Superbike untuk mencegah terjadinya ban belakang selip. Jadi sistem HSTC akan mendeteksi perbedaan putaran antara ban depan dan belakang, jika ban belakang selip (lebih cepat berputarnya) maka sensor akan mengirimkan sinyal ke ECU untuk mengurangi torsi sehingga ban belakang bisa kembali sama putarannya dengan ban depan.

Halaman:

Editor: Elang


Tags

Terkini

X