Alasan Kenapa Risiko Kecelakaan Meningkat di Bulan Puasa

- 7 Mei 2020, 15:30 WIB

Otojurnalisme -  Di bulan puasa ternyata berpotensi terjadinya kecelakaan lebih besar di banding hari lainnya.

Menurut pemilik sekaligus Instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, ini terjadi karena adanya perubahan pola istirahat dari pengendara.

“Berbicara pada aspek pola istirahat, ada beberapa orang yang malah punya jadi siklus istirahat-makan yang kurang dan tak teratur, membuat tingkat kebugaran turun. Bila begitu maka kemampuan persepsi dan motorik lemah. Dampaknya orang akan sering melakukan hal-hal yang salah,” kata Jusri.

Hal lainnya adalah kondisi stamina dan kebugaran turun, Jusri menyebutkan pengemudi kendaraan juga bisa rentan terbawa emosi, dan tak sabar ketika di jalan.

“Iya kemudian karena emosi itu menimbulkan pelanggaran lalu lintas, dan korelasinya dari situ adalah kecelakaan yang terjadi. Sebenarnya ini wajar,” kata Jusri.

BACA JUGA : Ketika Komplotan Bandit Lakukan Aksi Sosial, Ini Yang Mereka Lakukan

“Karena itu, pengemudi kendaraan yang menjalankan ibadah puasa, harus bisa menyikapi dengan bijak. Termasuk jangan terburu-buru ketika pulang, dan jangan kekurangan stamina saat berangkat pagi,” ucap Jusri.

Pria ramah ini merekomendasikan, agar di pagi hari kondisi tubuh tetap prima, sahurlah mendekati imsak.

Setelah salat subuh, lakukan power nap sekitar 30 menitan bila sempat, baru kemudian lakukan perjalanan.

Halaman:

Editor: Administrator


Tags

Terkini

X